Hubungi saya segera jika Anda mengalami masalah!

Kirim Email Kepada Kami:[email protected]

Hubungi Kami:+86-13962629881

Semua Kategori

Ruang wartawan

halaman utama >  Ruang wartawan

Bronopol (BNP) Biocide Penggumpalan: Penyebab dan Solusi

Jan 18, 2025

1. Penyebab Teoritis Pembentukan Kaking

1.1 Teori Jembatan Kristal

Pembentukan kaking pada Bronopol (BNP) dapat dikaitkan dengan teori jembatan kristal, yang menyatakan bahwa karena sifat intrinsik kristal Bronopol (seperti struktur kristal, komposisi kimia, ukuran partikel) dan faktor lingkungan (suhu, kelembapan, tekanan, zat pencemar), permukaan kristal Bronopol larut dan kemudian mengkristal kembali. Proses ini mengakibatkan pembentukan jembatan kristal pada titik kontak antar partikel, yang menghasilkan kaking.

1.2 Teori Adsorpsi Kapiler

Adsorpsi kapiler antara partikel Bronopol (BNP) halus memungkinkan difusi uap air antar butiran, yang mengarah pada penguapan dan akhirnya kaking. Fenomena ini sangat signifikan di lingkungan dengan kelembapan tinggi.

1.3 Teori Deformasi Plastis

Panasonic yang tersisa dari partikel Bronopol (BNP) yang tidak sepenuhnya mendingin berpindah ke luar dari pusat, meningkatkan area kontak antara partikel di bawah tekanan akumulasi tinggi. Hal ini memperkuat daya tarik gravitasi molekuler, menyebabkan pelarutan permukaan dan pembentukan jembatan kristal, sehingga mempromosikan penggumpalan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggumpalan

2.1 Ukuran Partikel dan Keseragaman

Partikel Bronopol (BNP) yang lebih kecil menunjukkan ketahanan terhadap kompresi yang lebih rendah, membuatnya lebih rentan terhadap penggumpalan. Oleh karena itu, proses produksi harus bertujuan untuk menghasilkan partikel kristal yang lebih besar dan lebih seragam untuk mengurangi masalah ini.

2.2 Higroskopisitas dan Kelarutan dalam Air

Adsorpsi kapiler antara partikel Bronopol (BNP) meningkatkan kemungkinan penggumpalan saat molekul air hadir. Suhu yang lebih rendah mengurangi penyerapan kelembapan oleh kristal, sementara suhu yang lebih tinggi mempromosikan pengendapan kristal dan pembentukan jembatan. Akibatnya, Bronopol (BNP) sebaiknya disimpan dalam kondisi dingin dan kering untuk meminimalkan penggumpalan.

2.3 Tekanan dan Waktu

Selama pengemasan dan tumpukan, peningkatan tekanan mempromosikan kontak partikel yang lebih erat, yang mengarah pada deformasi plastik dan kecenderungan perekatan yang ditingkatkan. Untuk mencegah hal ini, praktik penyimpanan dan transportasi harus menghindari tumpukan berlebihan dan periode penyimpanan yang terlalu lama.

3. Solusi

3.1 Optimisasi Parameter Proses

Untuk mengontrol keseragaman partikel dan menghindari pembentukan kue kerak, bubuk, dan kristal jarum, proses kristalisasi Bronopol (BNP) harus dikelola dengan hati-hati. Kandungan zat pencemar dan kelembapan harus diminimalkan, dan proses pendinginan bertahap harus digunakan selama pengeringan untuk memastikan pendinginan yang memadai sebelum pengemasan.

3.2 Pengurangan Dampak Lingkungan

Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan secara signifikan memengaruhi tahap pengeringan dan pengemasan. Perubahan musim dan cuaca harus dipertimbangkan untuk menjaga kondisi yang konsisten dan kering sepanjang produksi, pengemasan, dan penyimpanan.

3.3 Praktik Penyimpanan Ilmiah

Untuk mencegah penggumpalan, kondisi penyimpanan harus dioptimalkan melalui langkah-langkah seperti ventilasi dan dehumidifikasi. Membatasi ketinggian tumpukan mengurangi aglomerasi yang disebabkan oleh kompresi, memastikan lingkungan yang stabil dan terkendali.

4. Kesimpulan

Secara keseluruhan, banyak faktor yang berkontribusi pada penggumpalan Bronopol (BNP), termasuk ukuran partikel, kekuatan, kandungan air, suhu kemasan, tinggi tumpukan, dan kondisi penyimpanan. Menangani masalah-masalah ini melalui peningkatan keuniforman partikel, lingkungan produksi yang stabil, peningkatan kemasan dan praktik penyimpanan, atau penggunaan bahan anti-penggumpalan, dapat secara efektif mengurangi penggumpalan.

Tim R&D di Puyuan Pharm telah mengembangkan 12 jenis khusus Bronopol (BNP) berdasarkan brominol industri untuk berbagai aplikasi. Melalui kristalisasi, penyulingan, pemurnian, pencucian, pengeringan, standing, dan kontrol formaldehid bebas yang canggih, produk-produk ini mencapai tingkat kepurenan yang lebih tinggi. Mereka menunjukkan efek bakterisida, antiseptik, antimold, dan pembunuh alga yang lebih baik, tetap lembut dan tahan terhadap penggumpalan, serta mempertahankan efikasi bakterisida yang stabil. Selain itu, pengendalian ketat terhadap formaldehid bebas memastikan keselamatan lingkungan dan produk.

图片1(0e028be3e9).jpg